Alat penjepit kertas adalah benda yang sangat familiar, terutama bagi Anda yang bekerja di kantor, sekolah, atau bidang percetakan. Namun, masih banyak orang yang belum memahami bahwa stapler dan staples sebenarnya adalah dua benda berbeda.
Tidak jarang orang mengatakan, “Pinjam staples dong” padahal yang dimaksud adalah stapler. Keduanya memiliki fungsi yang berbeda, meski sebenarnya tetap berkaitan. Agar Anda tidak lagi keliru, yuk kita bahas secara lengkap perbedaan stapler dan staples serta fungsi masing-masing dalam dunia kerja dan percetakan.
Apa Itu Stapler?

Stapler adalah alat mekanis yang digunakan untuk menyatukan atau menjepit media seperti kertas, karton, atau bahan tipis lainnya. Alat ini bekerja dengan cara menembakkan staples ke media tersebut dan melipat kedua ujung staples di bagian belakang agar mengikat dengan kuat.
Stapler menjadi alat yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Baik dalam keperluan administrasi, pendidikan, hingga dunia percetakan, stapler digunakan untuk menjilid dokumen, brosur, atau mencetak buku dalam skala kecil.
Jenis Stapler
Ada beberapa jenis stapler yang umum digunakan, masing-masing memiliki fungsi dan kelebihan tersendiri:
Stapler Manual

Stapler manual adalah jenis stapler paling umum dan mudah ditemukan. Anda hanya perlu menekan secara manual dengan tangan untuk menjepit kertas. Alat ini sangat cocok untuk penggunaan ringan seperti menjepit beberapa lembar dokumen.
Baca juga: Pahami Perbedaan Laminasi Doff dan Glossy untuk Finishing
Stapler Elektrik

Stapler elektrik bekerja dengan tenaga listrik sehingga lebih efisien dan ringan saat digunakan, terutama untuk menjepit media dalam jumlah besar. Stapler jenis ini sangat membantu Anda yang sering bekerja dengan tumpukan kertas tebal.
Stapler Jahit Kawat

Berbeda dengan dua jenis sebelumnya, stapler jahit kawat menggunakan gulungan kawat sebagai isi staples dan umum digunakan di industri percetakan besar. Mesin ini bisa menjepit buku dalam jumlah besar dengan lebih efisien dan ekonomis.
Apa Itu Staples?
Staples adalah potongan logam kecil berbentuk huruf “U” yang digunakan sebagai bahan isi dalam stapler. Staples inilah yang sebenarnya menjadi pengikat dokumen Anda. Saat stapler ditekan, staples akan menembus media lalu ujung-ujungnya ditekuk ke dalam atau ke luar, tergantung desain stapler, agar mengikat dengan kuat.
Ukuran dan kekuatan staples sangat menentukan efektivitas penjepitan. Misalnya, untuk menjilid 100 halaman tentu Anda membutuhkan staples yang lebih besar dan kuat dibanding hanya untuk 10 halaman.
Baca juga: Mau Cetak Buku? Ketahui Dulu Perbedaan Hard Cover dan Soft Cover
Bentuk Staples
Staples tersedia dalam berbagai bentuk dan ukuran. Berikut ini beberapa jenis yang umum digunakan:
Full Strip Staples
Jenis staples ini terdiri dari sekitar 200 biji dalam satu strip panjang. Cocok digunakan untuk stapler besar dan tugas-tugas berat seperti penjilidan majalah atau buku tebal.
Half Strip Staples
Jumlah staples-nya hanya setengah dari full strip (sekitar 100 biji). Jenis ini paling banyak ditemukan di kantor dan rumah karena praktis dan mudah digunakan.
Roll Staples
Staples jenis ini berbentuk gulungan dan umumnya digunakan dalam mesin jahit kawat industri. Desainnya berbeda dari staples konvensional karena tidak berbentuk huruf “U”, melainkan datar dan digunakan untuk menjepit dalam volume besar.
Perbedaan Stapler dan Staples Apa Saja Ya?
Meski sering digunakan secara bergantian, perbedaan stapler dan staples sebenarnya cukup jelas. Mari kita lihat dari tiga aspek berikut:
Fungsi: Alat vs Isi
Stapler adalah alatnya, sedangkan staples adalah isinya. Tanpa staples, stapler tidak bisa bekerja, dan tanpa stapler, staples tidak bisa menjepit. Jadi, keduanya memang berbeda tapi saling melengkapi.
Stapler berfungsi untuk menembakkan staples ke dalam media yang ingin dijepit. Sementara staples berperan sebagai bahan pengikat itu sendiri.
Bentuk Fisik
Dari segi bentuk fisik, perbedaan stapler dan staples juga sangat kentara. Stapler berukuran lebih besar, biasanya berbentuk seperti capit atau kotak mekanik yang bisa ditekan. Sedangkan staples hanyalah potongan kawat logam kecil yang tipis dan ringan.
Stapler hadir dalam berbagai ukuran dan model, mulai dari yang mini, medium, hingga industri. Sementara staples hadir dalam berbagai ukuran diameter kawat dan panjang kaki, disesuaikan dengan stapler dan jenis media yang akan dijepit.
Cara Penggunaan dan Hubungan Keduanya
Poin berikutnya yang juga tidak kalah penting untuk dipahami adalah bagaimana cara kerja keduanya. Stapler bekerja hanya jika sudah diisi dengan staples yang sesuai. Anda perlu membuka bagian pengisi stapler, memasukkan staples ke dalamnya, lalu menutupnya kembali. Saat ditekan, staples akan tertembak dan melengkung menahan media.
Tanpa pemahaman yang tepat tentang perbedaan stapler dan staples, Anda mungkin memilih ukuran staples yang tidak cocok untuk stapler yang dimiliki. Ini bisa menyebabkan macet atau tidak berfungsi maksimal. Oleh karena itu, penting memilih staples yang sesuai dengan spesifikasi stapler.
Stapler dan staples adalah dua benda berbeda namun tak terpisahkan. Stapler sebagai alat, dan staples sebagai isi, bekerja sama untuk menjepit dokumen atau media lain dengan rapi dan efisien. Memahami perbedaan stapler dan staples akan sangat membantu Anda dalam memilih alat dan isi yang tepat sesuai kebutuhan. Termasuk untuk menjilid buku, makalah dan lain sebagainya.
Untuk hasil penjilidan atau cetak profesional, seperti cetak buku, brosur, atau booklet, pilihlah jasa percetakan yang terpercaya. Pranata Printing menyediakan layanan percetakan lengkap dengan proses finishing yang presisi dan hasil berkualitas. Mulai dari digital printing hingga penjilidan staples kawat industri, semua bisa Anda dapatkan dalam satu tempat.
Hubungi tim Pranata Printing di sini sekarang dan konsultasikan kebutuhan cetak Anda!
Baca juga: Mau Pilih Finishing? Ketahui Dulu Perbedaan Press dan Laminating


