Dalam dunia percetakan, tahap finishing memegang peran penting untuk melindungi hasil cetakan sekaligus memberi tampilan akhir yang lebih menarik dan profesional. Dua teknik finishing yang sering digunakan adalah press dan laminating.
Kedua metode finishing memang tampak serupa karena sama-sama melibatkan pelapisan plastik pada kertas, tapi sebenarnya memiliki proses dan hasil yang sangat berbeda. Supaya Anda tidak salah pilih, mari pahami lebih dalam perbedaan press dan laminating berikut ini!
Apa Itu Proses Press dalam Percetakan?

Press adalah metode pelapisan dokumen menggunakan plastik mika yang ditempelkan dengan bantuan mesin sealer. Mesin ini bekerja dengan menghantarkan panas ke tepi plastik mika agar dapat menempel pada dokumen. Uniknya, hanya bagian pinggir kertas saja yang dilekatkan, sementara bagian tengah tetap bebas dari panas dan perekat.
Metode press sangat umum digunakan untuk dokumen resmi seperti ijazah atau kartu keluarga. Selain murah, hasilnya pun cukup rapi dan tidak merusak dokumen karena tidak ada bahan kimia atau lem yang bersentuhan langsung dengan permukaan kertas.
Apa Itu Laminating dalam Percetakan?

Setelah mengetahui apa itu proses press, selanjutnya Anda juga perlu memahami apa itu laminating. Laminating sendiri adalah proses pelapisan kertas dengan plastik laminasi yang dilengkapi lem perekat, lalu dilekatkan ke kertas dengan cara dipanaskan.
Mesin laminating akan mencairkan lem pada plastik sehingga menempel menyeluruh pada dokumen, dari ujung ke ujung. Inilah yang membedakan laminating dari press: lapisan plastiknya melekat di seluruh permukaan, bukan hanya sisi-sisinya.
Laminating cocok untuk berbagai kebutuhan seperti melindungi dokumen penting, ID card, sertifikat, menu restoran, bahkan hasil cetakan poster atau kartu nama yang harus awet dan tahan air.
Baca juga: 5 Ukuran Sertifikat, Cerdas Memilih untuk Kesan Profesional
Perbedaan Utama Press dan Laminating

Press dan laminating bisa dilihat perbedaannya dari berbagai aspek. Beberapa perbedaan ini akan memudahkan Anda memahami bagaimana karakteristik keduanya!
Peralatan yang Dibutuhkan
Salah satu aspek pertama dari perbedaan press dan laminating adalah dari sisi alat.
- Press menggunakan vacuum sealer atau mesin press plastik yang perlu dipanaskan terlebih dahulu selama sekitar 10–15 menit. Prosesnya dilakukan manual di setiap sisi plastik
- Laminating menggunakan mesin khusus laminating yang secara otomatis melapisi seluruh permukaan kertas saat dilewatkan di dalam mesin, mirip seperti printer.
Bahan yang Digunakan / Dibutuhkan
Perbedaan berikutnya dapat dilihat bahan yang dibutuhkan untuk memproses keduanya. Bagaimana bedanya?
- Press memakai plastik mika atau mika ijazah, yang biasa juga digunakan pada jilid buku bagian depan. Harganya relatif murah dan mudah ditemukan
- Laminating menggunakan plastik laminating (glossy atau doff) dalam bentuk pouch yang sudah memiliki perekat bawaan. Bahan ini sedikit lebih mahal namun memberikan hasil lebih premium.
Apakah Menggunakan Bahan Perekat?
Di sinilah letak perbedaan press dan laminating yang paling mencolok. Seperti apa?
- Plastik pada press tidak menggunakan lem. Perekatannya terjadi hanya karena panas dari mesin yang melelehkan ujung-ujung plastik sehingga menyatu
- Plastik laminating justru mengandalkan lem khusus yang aktif ketika dipanaskan, sehingga bisa menempel secara menyeluruh pada kertas.
Cara Laminating / Press Kertas
Perbedaan berikutnya yang perlu Anda ketahui adalah bagaimana proses pengerjaannya. Proses press melibatkan langkah-langkah sebagai berikut:
- Nyalakan mesin press dan tunggu hingga panas
- Masukkan dokumen ke dalam plastik mika
- Jepit sisi-sisi plastik di mesin satu per satu agar menempel.
Sedangkan proses laminating langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
- Nyalakan mesin laminating dan atur suhu (biasanya sekitar 110°C)
- Masukkan dokumen ke dalam pouch laminating
- Masukkan ke mesin dan tunggu dokumen keluar dari sisi lainnya.
Teknik laminating lebih praktis dan rapi karena hasilnya menyatu sempurna dalam satu kali proses. Sedangkan press lebih sederhana dan tidak memerlukan pengaturan mesin yang rumit.
Dari Segi Biayanya
Biaya menjadi pertimbangan penting dalam pemilihan finishing. Ini sangat penting, terutama jika Anda akan menggunakannya untuk kebutuhan bisnis atau usaha.
- Press umumnya lebih murah, mulai dari Rp1.500 per lembar
- Laminating bisa berkisar antara Rp3.000 – Rp5.000 per lembar tergantung ukuran dan jenis plastik yang digunakan.
Namun perlu diingat, meskipun lebih mahal, laminating memberikan hasil yang lebih tahan lama dan eksklusif, terutama untuk dokumen yang sering digunakan atau dipajang.
Meski terlihat mirip, perbedaan press dan laminating sangat jelas dari segi bahan, alat, cara kerja, hingga hasil akhir. Press cocok untuk dokumen yang ingin dilindungi tetapi tetap bisa dibuka kembali. Sementara laminating lebih cocok untuk pelindung permanen yang menyatu dengan dokumen.
Memilih metode finishing yang tepat sangat penting agar hasil cetak Anda tidak hanya menarik secara visual, tapi juga tahan lama dan sesuai dengan fungsi yang diinginkan.Jika Anda membutuhkan layanan finishing yang profesional, cepat, dan hasil berkualitas, Pranata Printing siap membantu Anda! Dari press hingga laminating, semua dilakukan dengan standar tinggi untuk memenuhi kebutuhan dokumen dan promosi bisnis Anda. Hubungi kami sekarang juga!


